Terbangun Lagi
Cukup lama juga saya “mati”. Mungkin waktu dan keadaanlah yang telah membunuh saya. Tidak secara langsung, tetapi secara perlahan-lahan. Dan semua itu berhasil, saya merasa perlahan mulai terbunuh dan hampir tidak dapat bangkit lagi.
Beruntung sebelum terlambat, saya masih teringat untuk terbangun. Membuka mata dan kembali melanjutkan apa yang saya tinggalkan. Memang saya belum sepenuhnya terbangun, masih ada sedikit ruang dalam dimensi saya yang hampa. Namun cepat atau lambat saya akan benar-benar membuka mata. Dan di sinilah saya terbangun kembali.
Advertisement
Categories: Life

bangun mas, udah pagi, kasurny mw di toto