Rebirth

Sebagian orang percaya akan kehidupan. Sebagian lagi percaya akan kematian. Jika anda bertanya ada di sisi mana saya, terombang – ambinglah jawabnya. Saya berada dalam dimensi mengutuki kehidupan namun juga fobia akan kematian. Bukankah hidup adalah hadiah dan kematian adalah pilihan? Saya menghunus pisau untuk membunuh orang – orang yang mengotori kesucian kematian.
Hanya sedikit orang yang di beri kesempatan kedua. Beberapa lebih memilih menutup mata dan terlena. Mereka yang mendapat kesempatan kedua membangun kembali dimensinya, menyalakan kembali intuisinya dan mengembalikan arahnya.
Obituari saya hampir saja terpasang disini, jika saja saya menuruti simfoni itu. Saya terbangun sekarat dan berlumuran darah. Nyanyian selamat malam mendengung semakin kencang. Membuka mata setelah sekian lama adalah tembok.
Mata saya kembali terbuka, masih setengah tapi tak akan tertutup lagi. saya kembali membangun segi yang telah roboh tersapu angin, menata dimensi dan menyalakan kembali cahaya. Bukankah cahaya lilin di kegelapan selalu memberi ketenangan?
” . . . saya kembali membawa cahaya untuk kalian yang butuh gelap”

They Said